Selasa, 14 Februari 2012

Segmentasi Pasar


"Segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen"
Swastha & Handoko (1997)

"Segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli"
Pride & Ferrel (1995)

"Segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix"
Swastha & Handoko (1987)
 
Dari beberapa pendapat diatas dapat saya temukan inti dari Segmentasi Pasar itu sendiri, yaitu kegiatan, pembagian, general menjadi spesial, kesamaan, dan tujuan. Jadi pada dasarnya, segmentasi pasar merupakan proses membagi pasar keseluruhan yang bersifat heterogen ke dalam beberapa segmen homogen yang memiliki kesamaan karakteristik seperti kebutuhan dan selera kemudian menjadikannya sasaran penjualan

Pembeli atau pasar memiliki pertimbangan yang beragam atas apa yang "pantas, seharusnya, dan sebaiknya" dibeli, hal tersebut didasarkan pada kebutuhan, keinginan atau selera, kemampuan, lingkungan, sumber daya maupun lokasi tempat tinggal. Atas dasar beragam bahan pertimbangan tersebut masing-masing pembeli menjadi pasar potensial tersendiri. Oleh sebab ituidealnya penjual membuat program pemasaran yang disesuaikan dengan karakteristik pembeli. Untuk mempermudahnya perusahaan dapat mencari jumlah pembeli yang lebih besar dalam suatu pengelompokan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama.


*****
 

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Melakukan Segmentasi
Di dalam menentukan sasaran pasar ini, perusahaan harus menilai secara hati-hati berbagai segmen untuk menentukan seberapa besar ukuran segmen dan segmen mana yang akan dimasuki. Pemilihan segmen yang terlalu sempit akan mengakibatkan kegagalan pencapaian jumlah penjualan dan laba yang dikehendaki.
Namun jika terlalu luas, akan menyebabkan biaya ekstra yang melebihi kenaikan penjualan dan laba. Untuk itu dalam menentukan pasar sasaran terdapat tiga faktor yang perlu diperhatikan sebelum menetapkan segmen yang akan dituju. Faktor tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Ukuran Segmen : Perkiraan besarnya/ukuran segmen yang akan dituju merupakan faktor penting untuk memutuskan apakah segmen pasar tersebut cukup berharga untuk ditindak lanjuti. Perusahaan yang besar akan memilih segmen dengan volume penjualan besar dan menghindari atau menolak segmen yang kecil. Sebaliknya perusahaan kecil menghindari segmen yang besar karena mereka memerlukan sumber daya yang terlalu banyak
  2. Pertumbuhan Segmen : Walaupun ukuran segmen saat ini kecil bukan tidak mungkin akan berkembang atau diharapkan dapat berkembang untuk masa mendatang. Sering terjadi bahwa segmen kecil yang tidak dilirik itu pada dasarnya merupakan segmen pasar yang potensial. Sebagai contoh,dahulu tingkat usia limapuluh tahun keatas tidak menjadi perhatian perusahaan. Namun sekarang banyak produk dan jasa yang ditawarkan untuk mereka
  3. Biaya Yang Harus Dikeluarkan Untuk Mencapai Segmen : Suatu segmen yang tidak cocok dengan kegiatan pemasaran perusahaan seharusnya tidak dilakukan. Identifikasi segmen yang akan dituju haruslah jeli. Banyak contoh segmen yang diperkirakan memiliki potensi besar ternyata tidak seperti yang diharapkan. Dalam hal ini perusahan telah mengeluarkan biaya yang tinggi.
Klasifikasi Variabel Segmentasi
Konsumen memiliki beragam hal yang dapat dijadikan sebagai landasan atau latar belakang melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat akan lebih menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan dalam hal ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:

1.Segmentasi Geografi
Membagi pasar menjadi unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.

2. Segmentasi Demografi
Segmentasi ini membagi pasar "kepada siapa" yang dapat berarti pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan (Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya).

3. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
  • Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
  • Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
  • Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
4. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai berikut (Armstrong, 1997):
  1. Manfaat yang dicari : Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
  2. Status Pengguna : Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
  3. Tingkat Pemakaian : Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
  4. Status Loyalitas : Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral.
 Semoga informasinya dapat bermanfaat :D




Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar