Rabu, 29 Februari 2012

Harga dalam Marketing

Harga termasuk kedalam 4 unsur yang terdapat dalam Marketting Mix (Product, Price, Place, Promotion) dan merupakan unsur penting dalam sebuah siklus pemasaran karena harga merupakan satu-satunya unsure yang dapat menghasilkan pendapatan bagi perusahaan sedangkan unsur lainnya menghasilkan biaya. Menetapkan harga produk dengan baik dan tepat agar konsumen tertarik dan membelinya merupakan suatu keharusan bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Berikut beberapa pendapat para ahli mengenai harga:

“Price is the amount of money charged for a product or service. More broadly, price is the sum of all the value that consumers exchange for the benefits of having or using the product or service”
"Harga adalah sejumlah uang untuk ditukarkan sebuah produk atau jasa. Lebih luasnya, harga adalah jumlah seluruh nominal yang konsumen tukarkan untuk mendapatkan keuntungan dari memiliki atau menggunakan sebuah produk"
Philip Kotler


” Harga adalah jumlah uang ( ditambah beberapa barang kalau mungkin ) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.”
Basu Swastha (Swastha, 1998; 241 )

Dari kedua pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Harga adalah nilai  yang diberikan untuk sebuah produk atau jasa dalam bentuk uang yang dikeluarkan oleh konsumen untuk ditukarkan dengan barang atau jasa beserta pelayanannya.

Enam tahapan yang harus diperhatikan perusahaan dalam menetapkan harga menurut Philip Kotler (Kotler, 2002 : 550) yaitu:
  1. Perusahaan memilih tujuan penetapan harga.
  2. Perusahaan memperkirakan kurva permintaan, probabilitas kuantitas yang akan terjual pada tiap kemungkinan harga.
  3. Perusahaan memperkirakan bagaimana biaya bervariasi pada berbagai level produksi dan pada berbagai level akumulasi pengalaman produksi.
  4. Perusahaan menganalisa biaya, harga, dan tawaran pesaing.
  5. Perusahaan menyeleksi metode penetapan harga
  6. Perusahaan memilih harga akhir.


 
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT HARGA
Tingkat harga dalam suatu wilayah belum tentu sama dengan wilayah lainnya, hal-hal yang mempengaruhi tingkat harga menurut Dharmesta dan Irawan (2005;242-246) diantaranya:

Keadaan perkonomian
Hal ini menjadi inti dalam penetapan harga yang kemungkinan terjadi. Kenapa? Sebagai contoh adalah ketika terjadi Inflasi luar biasa pada tahun 1998, harga barang melonjak tajam akibat anjloknya nilai tukar rupiah hingga Rp. 14.900 saat itu yang tentunya sangat berbeda keadaanya dibandingkan dengan tahun 1997  yang mencapai Rp. 2.305.


Penawaran dan permintaan
Umumnya penawaran harga yang lebih rendah terhadap suatu barang akan menyebabkan peningkatan jumlah permintaan terhadap barang tersebut diikuti dengan peningkatan jumlah produksi atau barang yang beredar di pasaran. Begitupun sebaliknya.

Elastisitas permintaan
Elastisitas permintaan dipengaruhi oleh jumlah permintaan. Ketika kuantitas barang yang beredar tidak melebihi jumlah permintaan terhadap barang tersebut maka dapat dipastikan harga akan menjadi lebih tinggi dari biasanya karena posisi perusahaan menjadi lebih aman dalam memainkan nominal harga untuk dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Persaingan
Faktor-faktor yang mempengaruhi harga akibat persaingan yaitu:
  1. Jumlah perusahaan dalam industri : Bila terdapat satu perusahaan yang memonopoli suatu industri, maka dapat dipastikan perusahaan tersebut bebas menetapkan harganya pasaran.
  2. Posisi perusahaan dalam industri : Bila suatu perusahaan memiliki cakupan pasar yang besar, maka secara otomatis perusahaan tersebut akan dijadikan kiblat atau parameter harga dan secara tidak langsung dapat memegang perannya dalam memainkan harga pasaran
  3. Diferensiasi produk : Apabila suatu perusahaan berhasil menciptakan diferensiasi terhadap produknya, maka perusahaan tersebut dapat lebih leluasa mengendalikan aspek penetapan harganya, sekalipun itu perusahaan kecil dan memiliki banyak pesaing dalam industrinya.
  4. Kemudahan untuk masuk (Ease ofentry) dalam industri : Jika suatu perusahaan dapat dengan mudah masuk kedalam sebuah industri, maka perusahaan yang sudah lebih dulu terlibat akan sulit dalam mempengaruhi atau mengendalikan harga.

Biaya
Dalam menetapkan sebuah harga, biaya merupakan faktor terpenting yang harus diperhitungkan agar perusahaan tidak mengalami kerugian. harga yang ditetapkan perusahaan harus mampu menutupi seluruh biaya produksi, distribusi, dan penjualan produknya, termasuk keuntungan yang sesuai dengan usaha dan resiko yang harus ditempuh.

Tujuan perusahaan
Menurut Saladin (2006;142 dan 143) terdapat 6 tujuan yang menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan harga, yaitu:
  1. Bertahan hidup : perusahaan dengan tujuan seperti ini biasanya memberi harga dibawah total biaya keseluruhan. Hal tersebut dilakukan didasari pada kiat mempertahankan usaha dalam jangka waktu pendek hingga dapat menemukan solusi lain ketika dilanda masalah seperti perubahan selera konsumen dll.
  2. Memaksimalisasi laba jangka pendek : perusahaan meminimalisir biaya/unit dengan melakukan produksi dengan jumlah besar sehingga margin keuntungan yang didapatkan lebih besar. perusahaan mengasumsikan pasar yang peka terhadap harga suatu produk.
  3. Memaksimalisasi hasil penjualan : perusahaan memaksimalkan penjualan dengan memfokuskan pada permintaan konsumen. maksimalisasi penjualan akan memaksimalkan laba yang diperoleh dalam jangka panjang dan mendapat posisi dalam suatu industri. umunya perusahaan akan memberikan margin tipis tiap produknya untuk mengejar pencapaian kuantitas penjualan.
  4. Menyaring pasar secara maksimum : perusahaan menetapkan harga untuk menarik segmen pasar baru dengan mengeluarkan produk baru dengan harga tinggi dan kemudian mengeluarkan produk serupa dengan harga bersaing. penetapan harga didasarkan pada survey pasar tiap segmennya.
  5. Menentukan permintaan : perusahaan menjadikan permintaan konsumen sebagai kiblat yang mengarahkan barang yang dipasarkan dengan menyesuaikan kualitas dengan harga yang dinilai konsumen.

Pengawasan pemerintah
Pengawasn pemerintah juga merupakan faktor yang memperngaruhi harga, keberpihakan pemerintah terhadap suatu industri dapat dilihat dari bagaimana usaha pemerintah dalam mencegah monopoli oleh suatu perusahaan dan penetapan harga maksimum minimum.

METODE PENETAPAN HARGA
Menetapkan harga secara efisien merupakan masalah tersendiri bagi suatu perusahaan. Meskipun metode yang digunakan sama, tapi optimalisasi kombinasi dari faktor tersebut disesuaikan dengan sifat produk, pasar, dan tujuan perusahaan. Kotler (2002 : 529 - 534) mengemukakan enam metode penetapan harga , antara lain :
  1. Penetapan harga mark-up : menetukan harga dengan memperhitungkan keseluruhan biaya yang dikeluarkan dengan menaikan bagian tertentu untuk dijadikan keuntungan
  2. Penetapan harga berdasarkan pengembalian yang diharapkan : menentukan harga dengan menyertakan persentase target dari investasi yang dilakukan melalui penjualan barang yang diharapkan terjual
  3. Penetapan harga berdasarkan nilai yang dipersepsikan : penentuan harga berdasarkan manfaat yang didapat, dan dirasakan konsumen.
  4. Penetapan harga berdasarkan harga pasar : penentuan harga yang didasarkan pada harga pesaing
  5. Penetapan harga penawaran tertutup : penetapan harga yang dilakukan secara tertutup seperti dalam tender yang dilakukan oleh instasi pemerintah ataupun swasta dengan mengajukan penawaran amplop tertutup


sumber:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar