Place merupakan wadah yang
digunakan sebagai tempat menjalankan usaha yang dapat memberikan konsumen
kemudahan dalam pengaksesannya. Dalam menentukan lokasi atau tempat menjalankan
usaha sebaiknya kita memperhatikan dan mempertimbangkan kestrategisan tempat
dan kemudahan konsumen dalam mengakses barang tersebut. Ada beberapa aspek yang
berperan dalam kemudahan konsumen dalam pengaksesannya seperti:
1.
Jumlah penduduk
yang menghuni lokasi sekitar tempat usaha, hal ini akan berpengaruh pada
seberapa besar kemungkinan tempat usaha kita dilewati atau dikunjungi oleh
calon konsumen
2.
Tingkat pendapatan
penduduk sekitar, hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi daya beli
masyarakat terhadap produk yang kita pasarkan. Disinilah peran penetuan harga
dan penetapan lokasi akan terasa
3.
Atmosfir persaingan
bisnis, pastikan kemungkinan monopoli konsumen sekitar karena ketika kita
dihadapkan pada sebuah persaingan bisnis sejenis, kita harus memperhatikan
keseluruhan aspeknya, harus memperkuat identitas produk, dll
4.
Sentralisasi
usaha, akan menjadi nilai plus karena calon konsumen pada sentralisasi
seperti itu akan secara otomatis tersaring
Lalu bagaimana jika lokasi usaha
kita tidak berada di suatu sentral usaha? Tidak berada pada lokasi yang sesuai dengan
pendapatan penduduk sekitar ataupun berada dilokasi yang sulit dijangkau? Untuk mengatasinya kita dapat membentuk atau memanfaatkan
suatu rantai distribusi yang terbagi atas beberapa jenis yaitu:
1.
Merchant wholesalers
Menurut Dias & Shah (2009:319), merchant wholesalers adalah
perusahaan grosir yang menggunakan nama sesuai dengan produk yang dipasarkan. Perusahaan
jenis ini mempunyai hak kepemilikan atas barang dagangan yang mereka jual
(mereka membelinya terlebih dahulu) dan melakukan hampir semua fungsi
wholesaling. Mereka dapat mendistribusikan produk ke distributor yang lebih
kecil maupun ke konsumen secara langsung.
2.
Cash-and-carry
Jenis usaha ini melayani hampir semua pengecer yang lebih
kecil namun dengan jenis produk yang terbatas. Pada usaha ini, konsumen melakukan
pembayaran dan kemudian dapat segera membawa produk transaksinya tersebut. Usaha
yang menggunakan cara ini seperti franchise.
3.
Agen dan broker
Agen dan broker merupakan usaha yang tidak memiliki produk
sendiri. Usaha ini hanya berfungsi sebagai perantara antara penjual dan
konsumen. Agen dan broker berfungsi sebagai pencari pembeli maupun pencari
konsumen.
Promosi
Promosi merupakan semua kegiatan
yang dilakukan dalam rangka menyampaikan informasi yang berkaitan dengan sebuah
keistimewaan produk, kegunaan dan tempat pengaksesannya kepada sasaran pasar
sehingga dapat mengubah dan mendorong pola pikir maupun sikap yang diambil
konsumen untuk membeli atau menggunakan produk tersebut
“Promosi adalah suatu komunikasi antara penjual dan
pembeli untuk memperngaruhi sikap dan kelakuan”
E. Jerome Mc. Carthy (2000:273)
“Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah
yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang
menciptakan tindakan pertukaran”
Basu Swasta (2002:237)
Basu Swasta (2002:237)
Marwan Asri
(2003:360) berpendapat mengenai tujuan promosi yaitu diantaranya:
1. Informing : Memberikan
informasi secara menyeluruh kepada calon konsumen mengenai barang yang
ditawarkan, siapa yang menjual, siapa yang memproduksi, harga dan sebagainya
yang disampaikan melalui gambar maupun kata yang disesuaikan dengan kondisinya
2. Persuading : Membujuk
dan meyakinkan calon konsumen agar membeli barang yang atau jasa yang
ditawarkan namun bukan bersifat memaksa
3. Reminding : Mengingatkan
kepada konsumen tentang keberadaan barang atau jasa yang dibuat dan dijual,
tempat pengaksesannya, maupun harga
Promosi yang kreatif sangat
diperlukan untuk menghindari kejenuhan konsumen mengingat hal tersebut akan
dilakukan secara berulang-ulang dan berbagai jenis produk yang sama bersaing
untuk meyakinkan konsumen yang sama. Promosi kreatif dapat pula dimanfaatkan
sebagai pencitraan produk, pembentukan identitas produk sehingga tidak menutup
kemungkinan hal tersebut dapat menarik konsumen baru. Promotion tools didefinisikan
dengan (Kotler,1997:604):
1. Advertising (Periklanan)
Promosi
yang dilakukan secara tidak langsung melainkan melalui media dengan menggunakan
pihak lain (organisasi atau individu) untuk menyampaikan pesan dan bersifat
dibayar. Contohnya melaui iklan di televisi dan internet
2. Personal selling (Penjualan perorangan)
Interaksi
langsung antara satu atau lebih calon pembali dengan tujuan melakukan
penjualan, atau presentasi lisan dalam pembicaraan dengan salah satu atau lebih
calon pembeli untuk tujuan melakukan penjualan.
3. Sales promotion (Promosi penjualan)
Kumpulan
perlatan jangka pendek yang menarik, yang dirancang untuk mendorong pembelian
yang lebih cepat dan atau lebih besar akan barang/jasa oleh pelanggan atau
saluran perdagangan (Kotler 2003:461)
Sales promotion merupakan
kegiatan promosi yang bersifat tidak rutin, dan merupakan suatu rangsangan
jangka pendek.
4. Public relation (Publisitas)
Variasi
program yang dirancang untuk memperbaiki, mempertahankan maupaun melindungi
selalu citra perusahaan maupuan produk. Hal ini dapat dilakukan
melalui berita atau informasi mengenai produk, jasa atau ide yang
dipublisitaskan atas nama sponsor tetapi tidak di bayar oleh sponsor sehingga
promosi ini tidak memerlukan biaya.