Rabu, 09 Mei 2012

Place and Promotion

Place
Place merupakan wadah yang digunakan sebagai tempat menjalankan usaha yang dapat memberikan konsumen kemudahan dalam pengaksesannya. Dalam menentukan lokasi atau tempat menjalankan usaha sebaiknya kita memperhatikan dan mempertimbangkan kestrategisan tempat dan kemudahan konsumen dalam mengakses barang tersebut. Ada beberapa aspek yang berperan dalam kemudahan konsumen dalam pengaksesannya seperti:
1.      Jumlah penduduk yang menghuni lokasi sekitar tempat usaha, hal ini akan berpengaruh pada seberapa besar kemungkinan tempat usaha kita dilewati atau dikunjungi oleh calon konsumen
2.      Tingkat pendapatan penduduk sekitar, hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap produk yang kita pasarkan. Disinilah peran penetuan harga dan penetapan lokasi akan terasa
3.      Atmosfir persaingan bisnis, pastikan kemungkinan monopoli konsumen sekitar karena ketika kita dihadapkan pada sebuah persaingan bisnis sejenis, kita harus memperhatikan keseluruhan aspeknya, harus memperkuat identitas produk, dll
4.      Sentralisasi usaha, akan menjadi nilai plus karena calon konsumen pada sentralisasi seperti itu akan secara otomatis tersaring

Lalu bagaimana jika lokasi usaha kita tidak berada di suatu sentral usaha? Tidak berada pada lokasi yang sesuai dengan pendapatan penduduk sekitar ataupun berada dilokasi yang sulit dijangkau?  Untuk mengatasinya kita dapat membentuk atau memanfaatkan suatu rantai distribusi yang terbagi atas beberapa jenis yaitu:
1.      Merchant wholesalers
Menurut Dias & Shah (2009:319), merchant wholesalers adalah perusahaan grosir yang menggunakan nama sesuai dengan produk yang dipasarkan. Perusahaan jenis ini mempunyai hak kepemilikan atas barang dagangan yang mereka jual (mereka membelinya terlebih dahulu) dan melakukan hampir semua fungsi wholesaling. Mereka dapat mendistribusikan produk ke distributor yang lebih kecil maupun ke konsumen secara langsung.

2.      Cash-and-carry
Jenis usaha ini melayani hampir semua pengecer yang lebih kecil namun dengan jenis produk yang terbatas. Pada usaha ini, konsumen melakukan pembayaran dan kemudian dapat segera membawa produk transaksinya tersebut. Usaha yang menggunakan cara ini seperti franchise.

3.      Agen dan broker 
Agen dan broker merupakan usaha yang tidak memiliki produk sendiri. Usaha ini hanya berfungsi sebagai perantara antara penjual dan konsumen. Agen dan broker berfungsi sebagai pencari pembeli maupun pencari konsumen.

Promosi
Promosi merupakan semua kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyampaikan informasi yang berkaitan dengan sebuah keistimewaan produk, kegunaan dan tempat pengaksesannya kepada sasaran pasar sehingga dapat mengubah dan mendorong pola pikir maupun sikap yang diambil konsumen untuk membeli atau menggunakan produk tersebut

“Promosi adalah suatu komunikasi antara penjual dan pembeli untuk memperngaruhi sikap dan kelakuan”
E. Jerome Mc. Carthy (2000:273)

“Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan tindakan pertukaran”
Basu Swasta (2002:237)

Marwan Asri (2003:360) berpendapat mengenai tujuan promosi yaitu diantaranya:
1.      Informing     :    Memberikan informasi secara menyeluruh kepada calon konsumen mengenai barang yang ditawarkan, siapa yang menjual, siapa yang memproduksi, harga dan sebagainya yang disampaikan melalui gambar maupun kata yang disesuaikan dengan kondisinya
2.      Persuading   :    Membujuk dan meyakinkan calon konsumen agar membeli barang yang atau jasa yang ditawarkan namun bukan bersifat memaksa
3.      Reminding   :    Mengingatkan kepada konsumen tentang keberadaan barang atau jasa yang dibuat dan dijual, tempat pengaksesannya, maupun harga

Promosi yang kreatif sangat diperlukan untuk menghindari kejenuhan konsumen mengingat hal tersebut akan dilakukan secara berulang-ulang dan berbagai jenis produk yang sama bersaing untuk meyakinkan konsumen yang sama. Promosi kreatif dapat pula dimanfaatkan sebagai pencitraan produk, pembentukan identitas produk sehingga tidak menutup kemungkinan hal tersebut dapat menarik konsumen baru. Promotion tools didefinisikan dengan (Kotler,1997:604):
1.      Advertising (Periklanan)
Promosi yang dilakukan secara tidak langsung melainkan melalui media dengan menggunakan pihak lain (organisasi atau individu) untuk menyampaikan pesan dan bersifat dibayar. Contohnya melaui iklan di televisi dan internet
2.      Personal selling (Penjualan perorangan)
Interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembali dengan tujuan melakukan penjualan, atau presentasi lisan dalam pembicaraan dengan salah satu atau lebih calon pembeli untuk tujuan melakukan penjualan.
3.      Sales promotion (Promosi penjualan)
Kumpulan perlatan jangka pendek yang menarik, yang dirancang untuk mendorong pembelian yang lebih cepat dan atau lebih besar akan barang/jasa oleh pelanggan atau saluran perdagangan (Kotler 2003:461)
Sales promotion merupakan kegiatan promosi yang bersifat tidak rutin, dan merupakan suatu rangsangan jangka pendek.
4.      Public relation (Publisitas)
Variasi program yang dirancang untuk memperbaiki, mempertahankan maupaun melindungi selalu citra perusahaan maupuan produk. Hal ini dapat dilakukan melalui berita atau informasi mengenai produk, jasa atau ide yang dipublisitaskan atas nama sponsor tetapi tidak di bayar oleh sponsor sehingga promosi ini tidak memerlukan biaya.